Saturday, September 9, 2017

Yoseph Blikololong, seorang pemulung sebagai pendiri sekolah



Memungut sampah, itulah aktivitas sehari-hari Yoseph Blikololong yang telah ia lakukan sejak tahun 2004 di daerah Kelapa Lima Kupang Nusa Tenggara Timur. Setiap hari Yoseph memilah sampah plastik, limbah kayu dan kardus bekas, untuk dijual kembali ke pengepul sampah. Apa yang dilakukan Yoseph tentu dipandang sebelah mata oleh banyak orang, namun siapa menyangka dibalik profesinya sebagai pemulung, pria kelahiran Lembata 57 tahun silam ini telah mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan.

Ditengah keterbatasan ekonomi, Yoseph nekat mendirikan PAUD pada tahun 2008 dan SMP Surya Mandala pada tahun 2011, hal ini Yosep lakukan karena keprihatinannya melihat banyak anak didaerahnya yang berkeliaran dan tidak sekolah karena tidak memiliki biaya, itu sebabnya kedua sekolah baik Paud dan SMP ini ia dirikan tanpa memungut biaya bagi siswa siswinya.

Biaya operasional kedua sekolah ini, sepenuhnya ditanggung oleh Yoseph dari penghasilannya sebagai pemulung, itu sebabnya dua guru di PAUD dan delapan guru di SMP Surya Mandala hanya menerima gaji seadanya. Berdirinya PAUD dan SMP yang digagas Yoseph ini sempat ditentang oleh istri Tervina Maar, tetapi setelah berjalan Tervina sendiri terlibat sebagai pengajar di PAUD.

No comments:

Post a Comment